TUGAS MATA KULIAH
TEKNOLOGI INFORMASI
REVIEW ARTIKEL TENTANG
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Oleh :
Najib Nur Adib
26010215130085
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
Judil
Artikel : Aplikasi
Sistem Informasi Geografis dalam Penentuan Kesesuaian Kawasan Keramba Jaring Tancap dan Rumput Laut di
Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna
Penulis : Irwandy
Syofyan, Rommie Jhonerie, Yusni Ikhwan Siregar
Jurnal : Perikanan dan Kelautan
Volume : 15
No : 2
Tahun : 2010
Review :
Dalam artikel
yang berjudul Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam Penentuan Kesesuaian
Kawasan Keramba Jaring Tancap dan Rumput
Laut di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna dapat diketahui bahwa
masyarakat di kabupaten Natuna menggantungkan hidupnya dalam dunia perikanan
baik itu dibidang penangkapan maupun dalam bidang budidaya. Untuk kegiatan
budidaya diketahui bahwa penggunaan keramba jaring tancap di wilayah tersebut berkembang
cukup signifikan. Namun, dalam pemasangan keramba jaring tancap ini masyarakat
masih belum tertata dan masih belum sesuai dengan persyaratan yaitu mengenai
daya dukung lingkungan maupun peruntukkan wilayah. Oleh karena itu, dalam
pelaksanaan budidaya perlu adanya pengidentifikasian lokasi-lokasi yang cocok
dan layak secara parameter guna pengembangan usaha KJT dan budidaya rumput
laut.
Dalam artikel
ini, penulis menggunakan metode penelitian yaitu metode survey. Proses
penentuan kesesuaian kawasan tersebut dilakukan dengan menggunakan operasi
spasial dengan memanfaatkan aplikasi SIG. Operasi spasial tersebut merupakan
operasi tumpang susun (overlay), operasi tumpang susunini merupakan suatu
proses penyatuan data spasial dan merupakan salah satu fungsi efektif dalam SIG
yang digunakan dalam analisa keruangan. Dalam penelitian menggunakan metode
weighted overlay. Weighted overlay merupakan sebuah teknik untuk menerapkan
sebuah skala penilaian untuk membedakan dan menidaksamakan input menjadi sebuah
analisa yang terintegrasi. Weighted overlay memberikan pertimbangan terhadap
factor atau kriteria yang ditentukan dalam sebuah proses pemilihan kesesuaian.
Hasil yang
diperoleh yaitu dominasi kesesuaian kawasan berada pada kelas sangat sesuai
sebesar 31,1%, pada kelas sesuai yaitu sebesar 49,4%, sedangkan pada kelas
tidak sesyai yaitu sebesar 19,5%. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa
hampir sepanjang wilayah pantai dapat digunakan untuk aktifitas KJT dan
budidaya rumput laut. Hasil analisa untuk Desa Pengadah, Kelanga, Tanjung dan
Sepempang menunjukkan sebagian besar perairan di keempat desa tersebut layak
dilakukan aktifitas KJT dan rumput laut karena kelas kesesuaian berada pada
kelas sangat sesuai dan sesuai. Di perairan Desa Cemaga kelas sesuai mendominasipada
perairan ini, diikuti oleh kelas sangat sesuai dan tidak sesuai. Kelas tidak
sesuai dapat ditemukan disepanjang garis pantai Tanjung Medang dan pada
beberapa pulau kecil. Hasil analisa kesesuaian kawasan terlihat sebagian besar
kawasan pada perairan Pulau Tiga tidak sesuai khususnya pada bagian luar Pulau
Tiga yang berada di bagian Barat Selatan dan Timur. Namun pada perairan antar
pulau (selat-selat) merupakan kawasan yang sangat sesuai dan sesuai untuk
aktifitas KJT dan rumput laut. Di perairan Desa Kelarik sebagian besar
merupakan kawasan yang cocok untuk melakukan kegiatan KJT dan rumput laut.
Daftar Pustaka
Syofyan I., R.
Jhonerie, Y. I. Siregar. 2010. Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam
Penentuan Kesesuaian Kawasan Keramba
Jaring Tancap dan Rumput Laut di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna.
Perikanan dan Kelautan.,15(2): 111-120
Tidak ada komentar:
Posting Komentar