Selasa, 06 Desember 2016

REVIEW ARTIKEL TENTANG SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI
REVIEW ARTIKEL TENTANG SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS





Oleh :
Najib Nur Adib
26010215130085



FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016
Judil Artikel        :  Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam Penentuan Kesesuaian Kawasan  Keramba Jaring Tancap dan Rumput Laut di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna
Penulis                : Irwandy Syofyan, Rommie Jhonerie, Yusni Ikhwan Siregar
Jurnal                  :  Perikanan dan Kelautan
Volume                :  15
No                       :  2
Tahun                  :  2010
Review                :

Dalam artikel yang berjudul Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam Penentuan Kesesuaian Kawasan  Keramba Jaring Tancap dan Rumput Laut di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna dapat diketahui bahwa masyarakat di kabupaten Natuna menggantungkan hidupnya dalam dunia perikanan baik itu dibidang penangkapan maupun dalam bidang budidaya. Untuk kegiatan budidaya diketahui bahwa penggunaan keramba jaring tancap di wilayah tersebut berkembang cukup signifikan. Namun, dalam pemasangan keramba jaring tancap ini masyarakat masih belum tertata dan masih belum sesuai dengan persyaratan yaitu mengenai daya dukung lingkungan maupun peruntukkan wilayah. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan budidaya perlu adanya pengidentifikasian lokasi-lokasi yang cocok dan layak secara parameter guna pengembangan usaha KJT dan budidaya rumput laut.
Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian yaitu metode survey. Proses penentuan kesesuaian kawasan tersebut dilakukan dengan menggunakan operasi spasial dengan memanfaatkan aplikasi SIG. Operasi spasial tersebut merupakan operasi tumpang susun (overlay), operasi tumpang susunini merupakan suatu proses penyatuan data spasial dan merupakan salah satu fungsi efektif dalam SIG yang digunakan dalam analisa keruangan. Dalam penelitian menggunakan metode weighted overlay. Weighted overlay merupakan sebuah teknik untuk menerapkan sebuah skala penilaian untuk membedakan dan menidaksamakan input menjadi sebuah analisa yang terintegrasi. Weighted overlay memberikan pertimbangan terhadap factor atau kriteria yang ditentukan dalam sebuah proses pemilihan kesesuaian.
Hasil yang diperoleh yaitu dominasi kesesuaian kawasan berada pada kelas sangat sesuai sebesar 31,1%, pada kelas sesuai yaitu sebesar 49,4%, sedangkan pada kelas tidak sesyai yaitu sebesar 19,5%. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa hampir sepanjang wilayah pantai dapat digunakan untuk aktifitas KJT dan budidaya rumput laut. Hasil analisa untuk Desa Pengadah, Kelanga, Tanjung dan Sepempang menunjukkan sebagian besar perairan di keempat desa tersebut layak dilakukan aktifitas KJT dan rumput laut karena kelas kesesuaian berada pada kelas sangat sesuai dan sesuai. Di perairan Desa Cemaga kelas sesuai mendominasipada perairan ini, diikuti oleh kelas sangat sesuai dan tidak sesuai. Kelas tidak sesuai dapat ditemukan disepanjang garis pantai Tanjung Medang dan pada beberapa pulau kecil. Hasil analisa kesesuaian kawasan terlihat sebagian besar kawasan pada perairan Pulau Tiga tidak sesuai khususnya pada bagian luar Pulau Tiga yang berada di bagian Barat Selatan dan Timur. Namun pada perairan antar pulau (selat-selat) merupakan kawasan yang sangat sesuai dan sesuai untuk aktifitas KJT dan rumput laut. Di perairan Desa Kelarik sebagian besar merupakan kawasan yang cocok untuk melakukan kegiatan KJT dan rumput laut.

Daftar Pustaka

Syofyan I., R. Jhonerie, Y. I. Siregar. 2010. Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam Penentuan Kesesuaian Kawasan  Keramba Jaring Tancap dan Rumput Laut di Perairan Pulau Bunguran Kabupaten Natuna. Perikanan dan Kelautan.,15(2): 111-120

Tidak ada komentar:

Posting Komentar